Rabu, 19 Juni 2013

GUYANGAN

Masihkah Senandung matan-matan alfiah, qowaidul fiqhiyah dan asmaul husna membuai merdu
Masihkah santri-santri menyeduh kopi untuk menemani menghafal dan memahami matan alfiah dan qowaidul fiqhi
Ataukah hanya tertawaan riang pesta nampan dan ember yang menjadi tabuhan setiap kali seduhan kopi telah tertuang
Guyangan, 
Masihkah halqoh-halqoh musyawarah membaca kitab masih membahas masalah-masalah agama dengan kitab-kitab kuning dan ilmu-ilmu alat
Ataukah telah beralih ke arah budaya takfir dengan ilmu-ilmu al-qur’an dan hadits sebagai alat
Masihkah nampan-nampan penuh kesederhanaan dikelilingi santri yang lapar
Guyangan,
Masihkah santri-santri menghiasi sepertiga malam dengan dzikir, sholat dan sholawat
Masihkah senandung maulid dan simtud duror menghiasi malam jumah penuh rahmah
Masihkah hormat ta'zim santri kepada yai menghiasi setiap pergaulan sehari-sehari
Ataukah semua itu telah menjadi haram dan bid’ah, tak layak dibawa mati
Masihkah santri-santri berbaju putih berjalan ta'zim menuju makam yi suyuti untuk berdo'a, ngalap barokah dan membersihkan diri
Masihkah keheningan malam menjadi latar penggalian kebijaksanaan ilmu santri-santrimu
Masihkah santri-santri berbondong teratur beriring waktu yang mengejar menuju madrasah yang kian kokoh
Ataukah semua itu hanya tinggal peraturan-peraturan yang diabaikan dan di cemooh

Guyangan,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Next Prev home